Tinta Media - Islam menetapkan beberapa karakter yang harus ada pada diri seorang pemimpin sehingga dia layak untuk jadi pemimpin. Yang paling menonjol di antaranya:
Kekuatan, ketakwaan dan lemah lembut kepada rakyatnya.
1. Kekuatan ini terkait dengan ketegasan dalam mengambil keputusan. Di sinilah Baginda Nabi Muhammad Saw menganggap bahwa Abu Dzar Ra lemah ketika beliau meminta jabatan sehingga ditolak oleh Rasulullah Saw.
Yang dimaksud kekuatan adalah kekuatan syakhshiyah yakni kekuatan aqliyah dan nafsiyah. Akal seorang pemimpin yang mampu mengetahui setiap persoalan dan berbagai interaksi yang menjadi tanggung jawabnya. Dia mengetahui kondisi rakyatnya sehingga bisa mengurus rakyat dengan baik.
Nafsiyah sebagai pemimpin yang mengarahkan dia untuk berperilaku sebagai pemimpin. Mengontrol kecenderungannya sebagai pemimpin.
2. Ketakwaan. Pentingnya ketakwaan di sini karena kekuatan kepribadian sebagai pemimpin berpeluang melahirkan tirani. Sehingga pemimpin harus melindungi dirinya dengan ketakwaan.
Kesadaran bahwa dia selalu diawasi oleh Allah akan memberikan dia kekuatan untuk tidak melakukan kezaliman dalam kekuatan yang dia miliki.
3. Lemah lembut kepada rakyat
Seorang pemimpin harus tegas dalam menegakkan syariah atas rakyatnya. Tanpa kelemahlembutan akan berpotensi menimbulkan antipati. Pemimpin tidak boleh menyusahkan rakyatnya dengan alasan apapun. Laksana penggembala maka dia akan menjaga ternaknya dan memberikan makanan serta minuman terbaik.
Bahkan Nabi Muhammad SAW mendoakan secara khusus bahwa barang siapa pemimpin umat Islam yang menyusahkan rakyat agar dibuat sudah oleh Allah.
Demikianlah karakter yang harus ada pada pemimpin umat Islam. Bukan malah menjadi pemimpin yang pembohong, penipu, kasar, zholim, dll yang seperti banyak terjadi di negeri-negeri muslim hari ini. Na'udzubillah min dzalik![]
Oleh: Ustadz Abu Zaid
Tabayyun Center