Tinta Media - Khadim Ma'had Wakaf Darun Nahdhah al-Islamiyah Bogor, Ustaz Arief B. Iskandar (ABI) mengatakan jika hati didominasi kepentingan dunia, akhirat akan digadaikan.
“Jika kalbu/hati seorang hamba didominasi oleh kepentingan dunia berupa harta, jabatan, kekuasaan, dan lain-lain, maka akhirat/surganya akan ia gadaikan untuk meraih apa saja yang menjadi ambisi dunianya itu,” ungkapnya kepada Tinta Media Rabu (12/10/2022).
Ia, ucap ABI, akan ‘menjual’ agamanya. Tak peduli halal-haram. Tak peduli surga atau neraka. Yang penting dunia (harta, jabatan, kekuasaan,dll) selalu ada dalam genggaman. Ia lupa bahwa semua itu pasti akan dia tanggalkan dan tinggalkan. “Saat itulah yang akan ia rasakan adalah penyesalan,” tandas ABI mengingatkan.
Sebaliknya, sambungnya, jika kalbu atau hati seorang hamba didominasi oleh kepentingan akhirat maka seluruh kepentingan dunianya (harta, jabatan, kekuasaan, dll) akan ia ‘wakaf’kan di jalan Allah Swt. demi sesuatu yang abadi di akhirat, yakni meraih surga-Nya.
ABI lalu mengutip pernyataan Abu Nu’aim al-Asbahani dalam kitabnya Hilyah al-Awliyaa’ rahimahullaah:
الدنيا والآخرة يجتمعات في قلب العبد، فأيهما غلب، كان الآخر تبعاً له.
“Dunia dan akhirat akan selalu berkumpul pada kalbu (hati) seorang hamba. Mana saja di antara keduanya yang dominan mendominasi kalbu atau hatinya maka yang lain akan menjadi pengekor (pengikut)nya.”
“Semoga kepentingan menyiapkan bekal akhirat selalu mendominasi kalbu kita. Dengan itu seluruh kepentingan dunia kita (harta, jabatan, kekuasaan dll), kita ‘wakaf’kan untuk dapat meraih surga-Nya di akhirat,” harapnya memungkasi penuturan. [] Irianti Aminatun