Islah Bahrawi Sebut Politisasi Agama adalah Penyakit, Sejarawan: Pikiran Dia yang Berpenyakit - Tinta Media

Jumat, 11 Maret 2022

Islah Bahrawi Sebut Politisasi Agama adalah Penyakit, Sejarawan: Pikiran Dia yang Berpenyakit

https://drive.google.com/uc?export=view&id=1M7vB-xOTHHL6xzdqIN2NfeDJTwhdSL_K

Tinta Media - Pernyataan Islah Bahrawi, Direktur Eksekutif Jaringan Moderat Indonesia, dalam acara diskusi Catatan Demokrasi: Viral Penceramah Radikal di TV One, Selasa (8/3/2022) yang menyebut, ‘Politisasi agama itu menjadi penyakit bukan hanya hari ini tapi sdh berlangsung 1400 tahun di semua agama’ dinilai Sejarawan Moeflich H.Hart justru pikirannyalah yang berpenyakit.

"Yang penyakit sebenarnya bukanlah realitas fakta historis ketakterpisahan agama dan politik itu, tapi pikirannyalah yang berpenyakit ingin meniadakan fakta dunia dan fakta seruan agama itu ke depan," tuturnya kepada Tinta Media, Kamis (10/3/2022).

Menurutnya,  fakta seperti itu, dalam psikologi disebut Napoleon Bonaparte Syndrom, yaitu orang yang bertubuh kecil/pendek dengan fantasi sangat besar yang ingin mengubah hal-hal sangat besar dan tak mungkin dilakukannya, seperti Napoleon ingin menguasai Eropa. "Orang begini kalau tidak gila, biasanya cepat stroke," kesalnya.

Ia tertarik atas pernyataan itu karena kerancuan berpikirnya. “Dia mengatakan, politisasi agama yang sudah berlangsung 1400 tahun di semua agama itu, adalah penyakit. Disitu kacaunya," tegasnya.

“Yang dia katakan sebagai "penyakit," dengan semangat berbicara ingin menyalahkan, sebenarnya bukan penyakit. Yang benar adalah itu realitas dan fakta tak terpisahkan antara agama dengan politik dalam sejarah. Bagaimana mungkin ketakterpisahan agama dengan politik di semua agama itu disebut sebagai penyakit? Dia merasa sehat sendirian kali,” ujarnya.

“Hebat amat, si Amat juga tak sehebat itu!" pungkasnya.[] 'Aziimatul Azka
Rekomendasi Untuk Anda × +

Bagikan artikel ini

Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini.

Artikel Menarik Lainnya :